Showing posts with label Internet. Show all posts
Showing posts with label Internet. Show all posts

18 July 2013

September, BBM Dipastikan Sambangi Android

Aplikasi BlackBerry Messenger (BBM) di Android dan iOS telah ditunggu-tunggu oleh sebagian pengguna. Namun, kepastian jadwal rilisnya tak kunjung diumumkan oleh BlackBerry.

Sempat beredar kabar bahwa BBM untuk Android dan iOS akan dirilis pada 27 Juni. Namun, berita ini langsung dibantah BlackBerry.

CEO BlackBerry sempat memberikan "petunjuk" bahwa peluncurannya akan dilakukan sebelum musim panas berakhir, tetapi tetap tidak memberikan tanggal pastinya. Tidak dijelaskan pula, musim panas di belahan bumi bagian mana. Bila mengacu akhir musim panas di markas BlackBerry, Kanada, maka yang dimaksud adalah bulan Oktober.

Namun, misteri tersebut mulai terungkap setelah salah satu petinggi BlackBerry yang menjabat sebagai Managing Director BlackBerry India Sunil Lalvani memberikan bocorannya.

"Layanan (BBM) akan menyambangi Android musim panas ini. Tapi musim panas di Amerika Utara, yang berarti akan berlangsung hingga September," kata Sunil kepada IBN Live, Rabu (17/7/2013).

Saat ditanya, apakah itu berarti BBM untuk Android akan hadir sebelum akhir September, Sunil dengan tegas membenarkan.

Ini berarti pengguna yang telah menunggu kedatangan BBM di Android tidak perlu lagi menunggu terlalu lama. Sementara itu, soal BBM di iOS, belum ada informasi lebih lanjut walau bisa jadi akan dirilis bersamaan.

BlackBerry sendiri telah membuat halaman situs khusus yang memberi informasi soal kedatangan aplikasi BBM di Android dan iOS. Anda bisa mengunjungi situs itu dengan mengeklik tautan ini. Dengan memasukkan alamat e-mail, Anda akan mendapat informasi kedatangan aplikasi BBM.

Aplikasi BBM bakal bisa berjalan di perangkat dengan sistem operasi iOS versi 6 ke atas dan Android versi 4.0 (Ice Cream Sandwich) ke atas. Pengguna Android dan iOS dapat memanfaatkan BBM untuk mengirim pesan teks, foto, voice note, serta membuat grup diskusi berisi 30 kontak.

Sumber : kompas

28 June 2013

Mengapa Malware Doyan Mampir di Android?

Ilustrasi.
Sebagai sistem operasi (OS) mobile terpopuler saat ini, Android telah menjadi sasaran utama para penjahat siber (hacker). Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Juniper Networks, sekitar 92 persen program jahat (malware) mobile yang berhasil dideteksi secara spesifik ditargetkan kepada OS buatan Google ini.

Selain karena tingginya jumlah perangkat yang beredar, ada satu alasan lain mengapa penjahat siber gemar menyerang Android. Ternyata, masih banyak pengguna Android ternyata belum meng-update OS ke versi yang terbaru. Inilah alasan Android begitu digemari dihampiri malware.

Bulan ini saja, masih menurut Juniper, baru ada sekitar 4 persen pengguna yang menggunakan OS versi terbaru. Sisanya masih menggunakan OS lama, seperti Ice Cream Sandwich dan Gingerbread.

Google biasanya mempersenjatai OS terbaru dengan sistem keamanan yang lebih canggih. Perusahaan raksasa internet tersebut juga banyak menutup celah keamanan yang ditemukan di versi sebelumnya. Nah, tanpa menggunakan OS versi terbaru, maka pengguna Android lawas lebih rentan terkena serangan.

Meskipun begitu, bukan berarti OS lain 100 persen aman. Dikutip dari Cnet, Rabu (26/6/2013), Juniper memperingatkan OS lain pun bisa dieksploitasi, termasuk iOS buatan Apple.

"Secara teori, eksploitasi untuk iOS telah didemonstrasikan, begitu juga dengan metode aplikasi jahat menyusup ke iOS App Store. Namun, penjahat siber telah menghindari produk Apple sebagai dukungan terhadap "padang rumput hijau" yang ditawarkan Android," tulis Juniper.

Mayoritas serangan malware mobile terjadi via SMS Trojan, yang "merayu" korbannya untuk mengirimkan pesan teks ke nomor yang sudah ditetapkan si penjahat. Sekitar 48 persen serangan terjadi melalui SMS semacam ini, 29 persen melalui install palsu, dan 19 persen berasal dari Trojan Spy malware.

Aplikasi yang paling banyak ditiru adalah Google Play, Skype, Adobe Flash, dan Angry Birds.

Lebih lanjut, Juniper menjelaskan bahwa jumlah ancaman malware mobile di tahun 2013 meningkat tajam, jika dibandingkan tahun lalu. Malware mobile tumbuh 614 persen dari Maret 2012 ke Maret 2013. Persentase tersebut berarti, ada 276.259 aplikasi berbahaya yang ditemukan pada kurun waktu 1 tahun tersebut.

Pada tahun 2012, peningkatan serangan berbahaya hanya meningkat 155 persen dari tahun 2011.

kompas.com

27 June 2013

Pendiri WhatsApp Komentari Orang Indonesia

WhatsApp




Ditengah pertumbuhan jumlah pengguna serta volume pesan yang diproses WhatsApp per harinya, layanan pesan instan tersebut memandang Indonesia sebagai salah satu pasar yang paling penting dari segi ukuran dan pertumbuhan.

"(Indonesia) masuk dalam lima besar wilayah yang pertumbuhannya paling tinggi," tulis pendiri WhatsApp, Brian Acton, dalam korespondensi e-mail dengan Jakarta Post.

Acton menambahkan bahwa WhatsApp telah menjadi salah satu aplikasi terpopuler di kalangan pengguna mobile Tanah Air. "WhatsApp adalah aplikasi berbayar nomor satu di iPhone serta nomor dua untuk kategori aplikasi gratis di Android dan BlackBerry."

Tingginya angka penggunaan WhatsApp di Indonesia, menurut juru bicara Neeraj Arora, adalah karena penduduknya "sangat suka ngobrol dibanding di negara-negara lain". "Aplikasi ini dipakai berkali-kali setiap harinya," ujar Arora.

Meski menolak mengungkapkan jumlah pesan yang diproses WhatsApp dari pengguna di Indonesia, Arora mengatakan bahwa Indonesia termasuk salah satu pasar yang paling aktif berkirim pesan di wilayah Asia Tenggara.

WhatsApp dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami pertumbuhan dari segi jumlah pengguna dan volume pesan yang diproses. Perusahaan ini minggu lalu mengumumkan telah memiliki 250 juta pengguna dan memproses 27 miliar pesan setiap harinya secara global.

Tetap gratis

Kendati kini menghadapi persaingan dari penyedia layanan sejenis seperti WeChat, Line, dan Kakao Talk, Arora mengatakan, WhatsApp bakal tetap menggratiskan layanannya di platform Android dan BlackBerry.

"Kami mau menunggu dulu sampai ada infrastruktur pembayaran yang memadai, baik melalui mekanisme carrier billing (potong pulsa) maupun kartu kredit sebelum menarik bayaran," imbuh Arora.

Menghadapi kompetitor yang gencar berpromosi di Indonesia, WhatsApp menyatakan bakal menanggapi dengan "meningkatkan kecepatan, keandalan, dan kekayaan fitur" dari layanannya.

Seiring dengan pertumbuhan smartphone yang diperkirakan bakal mencapai 42 persen dari keseluruhan pasar ponsel di Indonesia tahun 2016 mendatang, WhatsApp memproyeksikan angka penggunaan aplikasinya bakal terus terdorong.

Perusahaan ini pun berencana terus menjalin kerja sama dengan operator seluler di Indonesia dalam menyediakan paket data yang meliputi penggunaan WhatsApp.

kompas.com

Windows 8.1

Windows 8.1 Kembalikan "Rasa" Windows Tradisional

 
PC MagazineTampilan Start Screen Windows 8.1
Windows 8.1 akhirnya diperkenalkan secara resmi dalam bentuk public beta pada konferensi Build 2013 di San Francisco, Amerika Serikat, hari Rabu (26/6/2013) waktu setempat.

Sesuai dengan informasi yang beredar sebelumnya, versi preview dari sistem operasi Windows teranyar ini mengusung sejumlah perubahan yang bertujuan mengatasi keluhan-keluhan terkait cara interaksi dengan pendahulunya, Windows 8.

"Kami mendapat banyak masukan dari pengguna… termasuk soal cara menjalankan aplikasi seperti dulu (pada versi OS sebelum Windows 8)," ujar CEO Microsoft Steve Ballmer di panggung acara, seperti dikutip dari Engadget.

Maka Microsoft pun "mengembalikan" tombol "Start" yang sempat absen dari Windows 8. Tombol "Start" yang baru ini sebenarnya hanya menampilkan layar Start Screen ala "Metro" ketika di-klik, tetapi Microsoft menambahkan beberapa perubahan untuk menunjang fungsi layar tersebut.
The Verge Tombol "Start" pada Windows 8.1
Bila diinginkan, pengguna pun bisa membuat Start Screen menampilkan menu "all apps" untuk sedikit mengembalikan cara kerja tombol Start tradisional. Begitu tombol di klik, semua program bisa langsung terihat. Program baru kini hanya akan muncul di layar all apps sehingga tidak memenuhi tile pada Start Screen.

Hal lainnya yang juga bisa diakses melalui tombol Start pada Windows 8.1 adalah pilihan restart dan mematikan komputer, yang akan muncul begitu tombol tersebut di-klik kanan.

Layar lock screen pun tak luput dari perubahan. Kini pengguna bisa memasang slideshow foto, menerima panggilan Skype, dan mengakses kamera langsung dari  layar tersebut.

Ingin menghindari tampilan "Metro" sepenuhnya? Windows 8.1 pun menyediakan opsi untuk mematikan "hot corner" (charms bar yang akan muncul begitu kursor digerakkan ke pojok kanan atas layar) dan pilihan booting langsung ke desktop.

PC World Sejumlah opsi pengaturan baru pada WIndows 8.1

06 April 2013

Alasan Facebook tidak membuat ponsel sendiri

engadget.com

Sempat dikabarkan bakal merilis ponsel atau bahkan sistem operasi buatan sendiri, Facebook akhirnya lebih memilih mengembangkan aplikasi yang terintegrasi erat dengan Android.

Seperti diungkapkan oleh pendiri Facebook Mark Zuckerberg dalam acara peluncuran Facebook Home hari Kamis (4/4/2013) waktu timur Amerika Serikat, pihaknya memiliki pertimbangan strategis di balik keputusan tersebut.

"Kami ingin membawa konten Facebook ke dekat Anda sambil tetap memungkinkan Anda memakai semua aplikasi yang Anda butuhkan kapanpun Anda mau… Kami ingin menyebarkan ini ke sebanyak mungkin pengguna," ujar Zuckerberg di atas panggung, seperti dikutip dari Engadget.

Membuat sistem operasi sendiri dinilai tidak akan membantu mewujudkan tujuan ini, begitu pula dengan "ponsel Facebook" yang hanya akan menjangkau pengguna dalam jumlah terbatas.

Bahkan smartphone terbaik sekalipun, menurut Zuckerberg, paling-paling hanya mampu terjual 10-20 juta unit. Sementara, "Komunitas kami terdiri dari satu miliar lebih pengguna, jadi kami mengharapkan lebih banyak. Tak sekadar ponsel, tapi sebuah ekosistem," lanjutnya lagi.

Maka jadilah Facebook Home. Aplikasi launcher tool ini mengeintegrasikan diri dengan sistem operasi Android serta mengganti layar Home Screen dan Lock Screen di perangkat tempatnya terpasang. Soal ini pun ada alasannya.

"Rata-rata pengguna mengunjungi Facebook 12 Kali sehari, dan layar lock screen dipandangi sebanyak 100 kali setiap harinya," ujar Zuck.

Di layar home dan lockscreen tersebut, Facebook Home menyajikan update dari situs jejaring sosial itu secara real time dan sepanjang waktu. Pengguna pun tetap bisa menjalankan aplikasi-aplikasi lain seperti biasa.
Dengan aplikasi launcher yang menyediakan "rumah baru" bagi para pengguna Android ini, tiap smartphone bisa berubah menjadi "ponsel Facebook"

Sumber : Kompas.com

DanZen

DANZEN BLOG | Seputar Teknologi dan Internet

ads

Popular Posts